RESENSI NOVEL "PUSPA INDAH TAMAN HATI "
RESENSI NOVEL "PUSPA INDAH TAMAN HATI "
Tahun 1997, nama Eddy D Iskandar tercatat sebagai novelis yang popular di kalangan remaja. Hampir semua novel karyanya menjadi novel terlaris, dalam seminggu sudah cetak ulang. Begitu juga ketika di buat film ,selalu menjadi film box office
Eddy tinggal di Bandung bersama istri tercinta, tiga putri serta seorang putra. Menimba ilmu di Akademi Industri Pariwisata Bandung dan Akademi Sinematografi IKJ Jakarta
SINOPSIS CERPEN
Galih Rakasiwi sebagai tokoh utama adalah seorang leleki yang sangat pintar dan berbakat. Selain pintar dalam bermusik dia juga seorang penyanyi yang tak muluk-muluk dan berwibawa. Suatu hari ia bertemu dengan Marlina, adik kelasnya. Mereka saling berkenalan. Keduanya pun saling terpaut hati, alias jatuh cinta. Sampai suatu ketika Galih bertemu dengan mantannya yang kini telah bersuami di Yogyakarta. Merea saling menumpahkan kerinduannya di pantai Parangtritis. Setelah galih pulang, berita itu sudah menyebar seantero Jakarta. Mau tau kisah percintaan mereka selanjutnya? Coba luangkan sedikit waktumu untuk membaca novel ini.
Cerita ini sangat memotivasi kaum muda bahwa dengan kejujuran, kepolosan dan kesederhanaan itu akan menjadi inspirasi bagi orang lain. Keunggulan buku ini terletak pada posisi si pengarang yang mampu membius pembacanya untuk menikmati ceritanya dan memotivasi untuk menghargai cerita yang sudah lama terbit.
Judul novel : Puspa Indah Taman Hati
Nama pengarang : eddy diskandar
Penerbit : Gagas Media
Tebal halaman : 102 halaman
Cetakan ke : 1 , februari 2004
Resensi Musashi
Musashi
oleh Eiji Yoshikawa
SINOPSIS
Miyamoto Musashi adalah anak desa yang bercita-cita menjadi samurai sejati. Di tahun 1600 yang penuh pergolakan itu, ia menceburkan diri ke dalam Pertempuran Sekigahara, tanpa menyadari betul apa yang diperbuatnya. Setelah pertempuran berakhir, ia mendapati dirinya terbaring kalah dan terluka di tengah ribuan mayat yang bergelimpangan.
Dalam perjalanan pulang, ia melakukan tindakan gegabah yang membuatnya menjadi buronan hingga seorang pendeta Zen berhasil menaklukkannya. Otsu, gadis cantik yang mengaguminya, membebaskan Musashi dari hukumannya, tapi Musashi kembali tertangkap. Selama tiga tahun ia mesti menjalani kehidupan mengasingkan diri, dan masa-masa itu digunakannya untuk menyelami karya-karya klasik Jepang dan Cina.
Setelah bebas kembali, ia menolak diberi jabatan sebagai samurai. Selama beberapa tahun berikutnya, ia mengejar cita-citanya dengan tekad penuh mengikuti Jalan Pedang, dan menjadi samurai sejati. Lambat laun ia mengerti bahwa mengikuti Jalan Pedang bukan sekadar mencari sasaran untuk mencoba kekuatannya. Ia terus mengasah kemampuan, belajar dari alam, dan mendisiplinkan diri untuk menjadi manusia sejati. Ia menjadi pahlawan yang tidak mau menonjolkan diri bagi orang-orang yang hidupnya telah ia sentuh atau telah menyentuh dirinya. Ujian puncak baginya adalah ketika ia harus bertarung melawan Sasaki Kojiro, saingan terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh. Mereka akan mengadu kemampuan, dan Musashi ingin membuktikan bahwa kekuatan dan keterampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan.
DETAIL
| Judul | Musashi |
| ISBN/EAN | 9789792288131 / 9789792288131 |
| Pengarang | Eiji Yoshikawa |
| Penerbit | Gramedia Pustaka Utama (GPU) |
| Terbit | 24 September 2012 |
| Pages | 1248 |
| Berat | 1564 gram |
| Dimensi(mm) | 150 x 230 |
| Tags | > sastra; > fiksi |
| Kategori | Fiksi |